Bab 1. Pendahuluan Bab 2. Wacana Etika Dalam Perspektif Kemelayuan Bab 3. Ikhtiar Dalam Merumuskan Etika Profetik Bab 4. Pandangan Hidup Dan Alam Pikiran Oranbg Melayu Bab 5. Etika Profetik Sebagai Ikhtiar Memperoleh Syafat Bab 6. Marwah Sebagai Pancaran Spirit Etika Profetik Bab 7. Tuah Sebagai Pengembangan Diri Etis Dan Religius Bab 8. Untaian Kata Di Penghujung Langkah
1. Tiga Sahabat Tiga Warna 2. Berita Bahagia 3. Holan Orang Belanda? 4. Sarapan dengan Pak Sentot 5. Akuntansi Seni yang Hilang 6. Mengapa Harus Bermusuhan 7. Positive Accounthing Theory: Apakah Kamu Oportunis? 8. Pencitraan 9. Pakai yang Ada Agar Tak Terlintas 10. Realitas Siapa? 11. Siapa yang Anti Tuhan? 12. Akuntan Lebih Hebat Dari Tuhan 13. Akuntan dan Budaya 14. Ping-Pong Ho…
1. Manusia-Manusi “ Mesin” (?) 2. “Teater”Praktik Akuntansi Dalam Dramaturgi Dan Frame Anaysis Erving Goffman 3. Political Economy Of Accounting (pea) Versus Revolusi (Akuntansi) Buya Hamka 4. Memajemukkan Akuntansi Melalui Postrukturalisme Dan Posmodernime 5. Orientalisme Dan Oksidentalisme:Menggugat Praktik Akuntansi Barat
1. Kepariwisataan Dalam Konteks Global Dan Lokal 2. Diskursus Pembangunan Berkelanjutan di Bidang Kepariwisataan 3. Metodologi 4. Kondisi Geografis,Dinamika Budaya,Dan Sumber Daya Sumber Daya Pariwisata 5. Keseimbangan Nilai Etika,Estetika,Dan Ekonomi 6. Dinamika Nilai Terinduksi 7. Model Tata Kelola Destinasi Pariwisata 8. Tantangan Tata Kelola Destinasi Pariwisata:Membangun Ekosistem …
1. Menilik Pengembangan Desa Wisata di Taman Nasional 2. Dinamika Pemberdayaan Masyarakat di Sekitar Kawasan Hutan Lindung Gunung Mbeliling 3. Semangat Pengrajin Ulos dari Pesisir Danau Toba 4. Modernisasi Berbasis Tradisi: Komodifikasi Tenun Songket Silungkang 5. Proses Dan Dilema Pengembanagan Desa Wisata di Tengah Jantung Kota Banjarmasin 6. Pemberdayaan Masyarakat di Pusat Kota Kendari
1. Vernacular Accounting Dalam Praktik Akuntansi Di PT.Ontorejo 2. Etnometodologi Sebagai Teori 3. Kesepakatan Terkandung Dalam “OMONG-OMONGAN” 4. Langsung Yang Melanggar Aturan Formal 5. “Macem-Macem”Merujuk Makna Relevansi 6. Kepentingan Pribadi Dalam Ungkapan “Lebih Mudah” 7. Cinta Tanah Air Tergambar Pada “Keretanya Gak Jadi” 8. Memo Yang Beredar Di PT.Ontorejo 9. P…
BAB I APA DIBALIK PENYERAGAMAN STANDAR AKUNTANSI? BAB II TEORI EKOLOGI SEBAGAI BASIS PEMETAAN BAB III DUALISME TEORI DALAM PENELITIAN KUALITATIF:SEBAGAI ALAT ANALISIS DAN SEBAGAI TUJUAN PENELITIAN BAB IV ANALISIS TEMATIK ATAS EKOLOGI AKUNTANSI INDONESIA BAB V MENGUMKAPKAN AKTOR INTELEKTUAL DI BALIK ADOPSI IFRS DI INDONESIA BAB VI MISI POLITIS DI BALIK IFRS:"IFRS ADOPTION FOR WHOM?" BAB VI…
Bab 1. Pertarungan Kepentingan Dalam Pengelolaan Keuangan Daerah BAB 2. Anggaran, Marhaesnisme dan KIKF BAB 3. Marhaenisme Sebagai “Critical and Theoritical Basis” Bab 4. Marhaenisme Sebagai Ideologi Perjuangan Bab 5. Eksplorasi Nilai-Nilai Marhaen Dalam Pengelolaan Keuangan Daerah Bab 6. Peminggiran Nilai-Nilai Marhaen Dalam Pengelolaan Keuangan Daerah Bab 7. SB Dan DB: Internalisasi…
Bab 1. Konsep Dasar Akuntansi Koperasi Bab 2. Kerangka Dasar Penyusunan Dan Penyajian Laporan Keuangan Koperasi Bab 3.Akuntansi Koperasi Bab 4. Perlakuan Akuntansi Untuk Transaksi Koperasi Sesuai Standar Akuntansi Bab 5. Siklus Akuntansi Koperasi Bab 6. Laporan Keuangan Koperasi