Image of Pencopet dan Kelompok Begundal

Teks

Pencopet dan Kelompok Begundal



Seperti Voltaire, Mahfouz adalah tokoh utama dalam peradaban dunia.
Republika
“Pada saat yang berbahagia ini, sya jadi teringat guru-guru sya, Al-Aqqad, Taha Husein, dan Tawfiq Al-Hakim yang sebetulnya lebih berhak atas hadiah itu,” ujar novelis ‘Kedai Kopi’ itu.
Tempo



Najib Mahfouz, penulis kontroversial peraih nobel itu, lahir pada tanggal 11 Desember 1911 di sebuah dusun belantara di Kairo. Pada periode pertama kepengarangannya, ia penganut aliran romantisme, ini sangat tampak pada karya-karya nya, Misr Al-Qadimah (Mesir Lama), Hams Al-Junun (Bisikan Orang Gila), dan ‘Abs Al-Aqdar(Permainan Taqdir). Pada periode kedua, ia mulai memintai realisme, yang tampak pada novel novelnya; Zuqoq Al-Midaq(Lorong Midaq), Al-Sarab (Fatamorgana), dan Bidayah wa Nihayah (Permulaan dan Penghabisan). Pada Periode selanjutnya, Mahfouz mulai tertarik pada dunia simbolisme. Karya-karya yang termasuk dalam periode ini antara lain, Al Lish wa Al-Kalib(Pencopet dan Kelompok Begundal), novel yang ada di tangan Anda ini. Konon, periode terakhir dari kepengarangannya, ia memilih dunia sufisme.


Ketersediaan

1009893.13 Mah p c.Kampus Pusat KebumenTersedia

Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
893.13 Mah p c.
Penerbit MITSAQ : .,
Deskripsi Fisik
ix +212 hlm.; 13 x 20 cm.
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
893.13
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subyek
-
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain




Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnyaXML DetailCite this