Teks
Dugem: Ekspresi cinta, seks dan jati diri
Agar lo gak kuper, telmi, tulalit, gaul dong! Caranya?
Gampang banget! Gabung aja diacara acara dugem, nongkrong and nikmati aja semua sensasinya.Pasti happy deh! Nyicip alkohol atau ekstasi sih dikit-dikit ngga apa-apa, asla nggak nyandu. Kalau lo dapat gebetan tajir dan keren, serahin aja deh...! Dia atau suami lo kelak smaa aja, sama sama bekas orang...”
Ada bnayak sekali (lebih dari 90%) anak muda yang tak lagi perjaka dan perawan! Virginitas,hmm,kesucian,apasih artinya sekarang ini?
“Belum tentu suamiku kelak masih perjaka, lalu ngapain aku harus perawan...?” itulah salah satu ungkapan miris kaum Dugem(Dunia Gemerlap), yang telah menjadi ciri utama setiap kota besar, bukan hanya jakarta, tapi juga kota kita.
Sebagai “peradaban malam”, Dugem menyediakan segala perangkat gaul, funcy, cool, hippies, nudies, hingga having fun dan making love. Tragisnya, tak ada seorang remaja pun yang bisa menghindari Dugem, karena dunia kita ini adalah dunia dengan gemerlap lampu diskotik, hentakan house music, erotisme seksualitas, glamournya cinta hingga sensasi narkoba.
Dugem telah menjdai trend mark kaum muda, sebagai wahan mengekspresikan cinta, seks dan jati diri. Bagaimana dengan anda?
Tidak tersedia versi lain