Perpustakaan Universitas Putra Bangsa

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of The Danish Way Of Parenting; Rahasia Orang Denmark Membesarkan Anak
Penanda Bagikan

Teks

The Danish Way Of Parenting; Rahasia Orang Denmark Membesarkan Anak

Alexander, Jessica Joelle - Nama Orang; Sandahl, Iben Dissing - Nama Orang; Noni Rosliyani - Nama Orang; Ade Kumalasari - Nama Orang;

Semenjak menjadi orang tua, barulah saya sadar bahwa pengasuhan menjadi dasar penting hidup seorang anak. Bahkan hal ini akan mempengaruhi suatu generasi dan masa depan suatu negara. Kayanya lebay ya, tapi tidak.

Sudah lama saya ngefans sama negara-negara di Skandinavia yang selalu menduduki peringkat teratas dalam survey kebahagiaan. Selain itu kebijakan-kebijakan yang mereka miliki pun sangat family friendly, seperti maternity leave yang panjang, paternity leave untuk ayah agar bisa turut membantu Ibu, penitipan anak subsidi pemerintah yang berkualitas dan lain-lain.

Terwujudnya buku ini bermula dari penasarannya Jessica, seorang kewarganegaraan Amerika yang memiliki suami orang Denmark, tentang "Apa yang menjadikan anak-anak (dan orang tua) di Denmark, orang paling bahagia di bumi?" Bersama dengan Iben yang seorang psikoterapis dan Ibu di Denmark, mereka melakukan penelitian yang kemudian dituliskan dalam buku ini agar lebih banyak orang yang mendapatkan manfaat dan bisa belajar dari cara orang Denmark membesarkan anak-anaknya.

Buku ini sendiri terbagi menjadi 6 bagian yang bisa disingkat dengan kata PARENT ditambah dengan 1 bagian pendahuluan tentang fakta yang ada di belahan dunia lain (khususnya Amerika).

[Pin on Pinterest]

Pada bagian Play dijelaskan bagaimana pentingnya bermain untuk anak-anak sebagai proses belajar kita. Bahkan sebenarnya lebih baik lagi jika mereka dibiarkan main bebas di luar rumah dengan pengawasan kita daripada playdate atau kegiatan bermain yang sudah diatur. (Bagian ini nih, iri banget sama eropa yang dikit-dikit ada playground gratisan buat dimainin anak-anak, di Indonesia kita mesti ke Emol.. Hiks). Beberapa penelitian bahkan menyimpulkan bahwa bermain mempunyai dampak langsung pada semua kemampuan beradaptasi dalam kehidupan. (FUN FACT: Lego asalnya dari Denmark loh)

Pernah dengan Hans Christian Andersen? Penulis terkenal dari Denmark dengan karya terkenalnya seperti The Ugly Duckling dan The Little Mermaid. Tahukan anda sesungguhnya cerita dongen yang sampai dan sering dibacakan di kita atau difilmkan Hollywod memiliki akhir cerita yang berbeda dari aslinya. The little mermaid misalnya sebenarnya dia tidak mendapatkan pangeran dan berubah menjadi buih lautan karena kesedihan. Ya, orang Denmark percaya bahwa tragedi dan kesedihan bukanlah untuk ditutup-tutupi atau hindari, karena dengan adanya itulah membuat mereka bersyukur dengan apa yang mereka miliki.

Bab Authenticity membahas bagaimana membesarkan anak secara natural agar dia dapat mengenali dan menerima semua emosi sejak dini. Hal ini selaras dengan fitrah based parenting yang mengatakan bahwa pada usia 2-7 tahun yang harus diasah adalah otak emosi. Salah satu kesalahan yang saya suka lakukan adalah, overpraised. Terlalu memuji anak tidaklah disarankan karena bisa menyebabkan fixed mindset, contohnya biasanya terjadi pada anak yang selalu dipuji cerdas (secara effortless, alias pinter dari sononya), ini bisa membuat anak justru tidak mau mencoba terlalu keras karena seakan jadi tidak pintar. Heuuuu, jleppp ini kayanya aku banget si fixed mindset. Dari kecil dibilang pinter, sedangkan adikku selalu dibilang tidak sepintar kakak tapi rajin dan gigih, jadilah ia growth mindset. Jreng-jreng, Now I'm a broke and dull mother, and she holds master degree from abroad and allowed to be working online from Indonesia because they need her. Intinya, kalau mau memuji, pujilah prosesnya.

Pada bagian Reframing, kita diajarkan untuk optimis namun realistis. Kita juga diingatkan untuk tidak seenaknya memberikan label negatif pada anak karena ketika label itu diulang terus menerus mereka akan mulai mengasosiasikan dirinya dengan label tersebut dan mengambil kesimpulan identitas darinya. Semenjak saat itu, saya sabar dan tahan-tahan banget jangan sampai keluar perkataan dengan kata mengungkung seperti "Ammar Bandel" kalau dia lagi bertingkah tapi "Ammar Anak Sholeh mana yaaa".

Nilai Empati sudah ditanamkan pada anak-anak Denmark semenjak kecil. Mereka dikenalkan dengan berbagai emosi semenjak preschool, sampai dengan pengaturan halus sedemikian rupa agar anak-anak dengan kelebihan dan kekurangan berbeda bisa belajar dan mengatasi masalah bersama. Empati adalah salah satu faktor paling penting untuk menjadi pemimpin, pengusaha, manajer yang sukses, dan peran penting lainnya.

No-Ultimatums. Pada bagian ini banyak dijelaskan ketidakefektifan dari hukuman fisik pada parenting. Selain itu tipe pengasuhan di Denmark sangat demokratis. Peraturan ditetapkan, namun mereka responsif dan terbuka jika anak pertanyakan. Bahkan di sekolah, setiap tahun murid dan guru duduk bersama berdiskusi peraturan apa yang ingin diterapkan untuk menciptakan kelas yang baik. Di Denmark, lebih banyak waktu dihabiskan untuk bagaimana cara menghindari masalah, bukan bagaimana menghukum. Ingat, yang salah itu perilakunya, bukan anaknya. Selain itu, orang tua Denmark juga tidak langsung turun tangan jika anaknya mengalami kesulitan, sang anak dibiarkan sendiri dulu untuk mencoba mengatasi masalahnya.

Togetherness (Kebersamaan) dan Hygge (Kenyamanan) untuk bab terakhir ini saya yakin sebenarnya hal ini mirip dengan di Indonesia yang sejatinya tidak seindividualistis negara barat. Keluarga berkumpul, saling akrab dan menikmati kegiatan bersama seperti main game, makan, bercengkrama dan lain-lain. Remember when you replace I with We, even Illness become Wellness.

Dan seperti layaknya buku parenting pada umumnya, semua hal dikembalikan lagi ke orang tua. Ingin anaknya baik ya contohkan yang baik. Tidak ingin anak mudah meledak dan marah-marah, ya jangan lakukan hal yang sama. Saya jadi suka ingat-ingat ini kalau sudah mau marah dan teriak sama Ammar, anak saya yang pertama, karena saya ga mau dia melakukan hal yang sama.

Di bagian akhir buku ini mencantumkan sekitar 30 halaman daftar sumber rujukan dan penelitian yang penulis gunakan sebagai referensi. Ahhhh, saya suka sekali karena jadi ilmiah dan bukan "sekedar pengalaman". Salah satu yang jarang ditemukan di buku parenting Indonesia.


Ketersediaan
#
Kampus Pusat Kebumen 649.1 Ale d c.
7673
Tersedia
#
Kampus 2 Kemranjen 649.1 Ale d c.2
7674
Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
649.1 Ale d c.
Penerbit
Yogyakarta : PT Bentang Pustaka., 2018
Deskripsi Fisik
xxiv + 184 hlm.; 20,8 cm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
978-602-426-094-1
Klasifikasi
649.1
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
-
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
Alexander, Jessica Joelle
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Perpustakaan Universitas Putra Bangsa
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?