Laporan Tugas Akhir D3
Analisis Kinerja Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Kebumen Tahun 2015-2017
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Kinerja Keuangan Kabupaten Kebumen Tahun 2015-2017 dilihat dari Rasio Kemandirian, Rasio Efektivitas Pendapatan Asli Daerah (PAD), Rasio Efisiensi, Rasio Keserasian, dan Rasio Pertumbuhan. Penelitian ini menggunakan jenis data kuantitatif dan pengumpulan data menggunakan metode data sekunder yang diambil dari Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Kebumen. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Kinerja Keuangan BPKAD Kabupaten Kebumen dilihat dari Rasio Efektivitas PAD terhadap kinerja keuangan Kabupaten Kebumen sangat efektif karena rata-rata efektivitasnya diatas 100%. Rasio Keuangan Daerah cukup efisien karena rata-rata dibawah 100%. Rasio Kemandirian Keuangan Daerah tergolong sangat rendah sekali dan pola hubungannya instruktif karena rasio tersebut masih dibawah 25%. Rasio Belanja Operasi daerah rata-rata masih sangat tinggi dibandingkan belanja modal. Sehingga dapat dikatakan bahwa pemerintah daerah masih memprioritaskan belanja operasi dibandingkan belanja modal. Rasio Pertumbuhannya masih mengalami fluktuasi pendapatan pada periode 2015-2017.
Kata kunci: Otonomi Daerah, Kinerja Keuangan Daerah, Analisis Rasio Keuangan
Abstract
This study to determined the financial performance of Kebumen Regency in 2015-2017 seen from the regional financial independence ratio, effectiveness ratio of origional local goverment revenue (PAD), efficiency ratio, harmony ratio, and growth ratio. This study used quantitative data and data collection used was secondary data methods taken from Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kebumen Regency. The results of this study indicated that the financial performance of the Kebumen Regency BPKAD seen from PAD ratio effectiveness on the financial performance of Kebumen Regency has been effective because the average effectiveness is above 100%. Regional financial ratio is efficient because the average is below 100%. The regional financial independence ratio is classified as very low and relationships pattern is instructive because the ratio is still below 25%. Regional operating expenditure ratio was still very high compared to capital expenditure. So it can be concluded that local government still prioritizes operating expenditures compared to capital expenditure. Growth ratio still experiences income fluctuations in the period of 2015-2017.
Keywords: Regional Autonomy, Local Financial Performance, Financial Ratio Analysis
Tidak tersedia versi lain